Friday, September 26, 2014

Monumen GWK dan Bakti Anak terhadap Orangtua (bab 1)

Tuntutan aktivitas atau apalah namanya, kini aku pingin nulis lagi walaupun sebenarnya yang ditulis cuma copas dari tulisan yang diberikan sebagai persyaratan penyelesaian akhir studiku di kampus tercinta SMAN 1 Cimalaka Sumedang.
Mungpung kenceng speednya dan sempat. Da aku mah apa atuh. Hehe...
Udah ah, daripada ngelantur tidak karuan.



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah                                                                                                              
Bali adalah nama salah satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari pulau Bali, wilayah provinsi Bali juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil disekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Bali terletak diantara pulau Jawa dan pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak dibagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. Salah satu tujuan pariwisata di Bali adalah monumen Garuda Wisnu Kencana.
Monumen Garuda Wisnu Kencana merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal di provinsi Bali. Monumen Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan-Jimbaran, Bali. Monumen ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan Indonesia. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat dari kisah Garuda dan Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Di era modern ini, tak sedikit anak yang menghilangkan rasa bakti terhadap orang tuanya. Sebagian anak bahkan menganggap orang tuanya seperti teman pergaulannya. Sehingga derajat orang tua kadang kala sama dengan dirinya sendiri. Bila dibandingkan dengan zaman dahulu, sikap ini sangatlah berbeda.
Berangkat dari problema-problema tersebut di atas penulis beranggapan untuk mengadakan pengkajian mengenai asal-muasal pembangunan monumen Garuda Wisnu Kencana yang didasarkan pada kisah pembaktian seekor burung garuda terhadap ibunya, dan menghubungkannya dengan pembaktian seorang anak terhadap orang tua.
Adapun judul yang diangkat penulis adalah Monumen Garuda Wisnu Kencana dan Hubungannya dengan Pembaktian Seorang Anak terhadap Orang Tua.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, rumusan masalah pada pemabahasan ini adalah sebagai berikut:
1.      Apakah yang dimaksud dengan Monumen Garuda Wisnu Kencana?
2.      Bagaimana pembaktian seorang anak terhadap orang tua?
3.   Bagaimana hubungan Monumen Garuda Wisnu Kencana dengan pembaktian seorang anak terhadap orang tua?
C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian penulis adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui monumen Garuda Wisnu Kencana.
2.      Mengetahui pembaktian seorang anak terhadap orang tua.
3.    Mengetahui hubungan Monumen Garuda Wisnu Kencana dengan pembaktian seorang anak terhadap orang tua.

D.    Manfaat Penelitian
Adapun manfaat yang diperoleh dari karya tulis ini adalah :
1.      Bagi penulis
a.       Menambah pengetahuan mengenai monumen Garuda Wisnu Kencana.
b.      Menambah pengetahuan mengenai pembaktian seorang anak terhadap orang tua.
c.    Menambah pengetahuan mengenai monumen Garuda Wisnu Kencana dan hubungannya dengan pembaktian anak terhadap orang tua.
2.      Bagi lembaga
a.       Sumbangan pemikiran untuk pengembangan ilmu pengetahuan
b.      Menambah sumber pustaka di perpustakaan.
3.      Bagi pembaca
a.   Menambah wawasan mengenai taman wisata Garuda Wisnu Kencana dan segala aspek yang terkandung di dalamnya.
b.      Lebih mencintai Indonesia dengan kekayaan alam yang dimilikinya.