Mungpung kenceng speednya dan sempat. Da aku mah apa atuh. Hehe...
Udah ah, daripada ngelantur tidak karuan.
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masalah
Bali adalah nama salah
satu provinsi di Indonesia dan juga merupakan nama pulau terbesar yang menjadi bagian
dari provinsi tersebut. Selain terdiri dari pulau Bali, wilayah provinsi Bali
juga terdiri dari pulau-pulau yang lebih kecil disekitarnya, yaitu Pulau Nusa Penida,
Pulau Nusa Lembongan, Pulau Nusa Ceningan dan Pulau Serangan.
Bali terletak diantara pulau
Jawa dan pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar yang terletak
dibagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu
di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai
hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali
juga dikenal dengan sebutan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura. Salah satu
tujuan pariwisata di Bali adalah monumen Garuda Wisnu Kencana.
Monumen Garuda Wisnu
Kencana merupakan salah satu tempat wisata yang terkenal di provinsi Bali.
Monumen Garuda Wisnu Kencana berlokasi di Bukit Unggasan-Jimbaran, Bali.
Monumen ini merupakan karya pematung terkenal Bali, I Nyoman Nuarta. Monumen
ini dikembangkan sebagai taman budaya dan menjadi ikon bagi pariwisata Bali dan
Indonesia. Patung tersebut berwujud Dewa Wisnu yang dalam agama Hindu adalah
Dewa Pemelihara (Sthiti), mengendarai burung Garuda. Tokoh Garuda dapat dilihat
dari kisah Garuda dan Kerajaannya yang berkisah mengenai rasa bakti dan
pengorbanan burung Garuda untuk menyelamatkan ibunya dari perbudakan yang
akhirnya dilindungi oleh Dewa Wisnu.
Di era modern ini, tak
sedikit anak yang menghilangkan rasa bakti terhadap orang tuanya. Sebagian anak
bahkan menganggap orang tuanya seperti teman pergaulannya. Sehingga derajat
orang tua kadang kala sama dengan dirinya sendiri. Bila dibandingkan dengan
zaman dahulu, sikap ini sangatlah berbeda.
Berangkat dari
problema-problema tersebut di atas penulis beranggapan untuk mengadakan
pengkajian mengenai asal-muasal pembangunan monumen Garuda Wisnu Kencana yang
didasarkan pada kisah pembaktian seekor burung garuda terhadap ibunya, dan
menghubungkannya dengan pembaktian seorang anak terhadap orang tua.
Adapun judul yang
diangkat penulis adalah Monumen Garuda Wisnu Kencana dan Hubungannya dengan
Pembaktian Seorang Anak terhadap Orang Tua.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas, rumusan masalah pada pemabahasan ini adalah sebagai berikut:
1.
Apakah yang dimaksud dengan Monumen Garuda Wisnu Kencana?
2.
Bagaimana pembaktian seorang anak terhadap orang tua?
3. Bagaimana hubungan Monumen Garuda
Wisnu Kencana dengan pembaktian seorang anak terhadap orang tua?
C. Tujuan
Penelitian
Berdasarkan rumusan
masalah di atas, tujuan penelitian penulis adalah sebagai berikut:
1.
Mengetahui monumen Garuda Wisnu
Kencana.
2.
Mengetahui pembaktian seorang anak
terhadap orang tua.
3. Mengetahui hubungan Monumen Garuda
Wisnu Kencana dengan pembaktian seorang anak terhadap orang tua.
D. Manfaat
Penelitian
Adapun manfaat yang
diperoleh dari karya tulis ini adalah :
1.
Bagi penulis
a.
Menambah pengetahuan mengenai monumen Garuda Wisnu Kencana.
b.
Menambah pengetahuan mengenai pembaktian
seorang anak terhadap orang tua.
c. Menambah pengetahuan mengenai monumen Garuda Wisnu Kencana dan hubungannya dengan pembaktian anak terhadap orang tua.
2.
Bagi lembaga
a. Sumbangan
pemikiran untuk pengembangan ilmu pengetahuan
b. Menambah
sumber pustaka di perpustakaan.
3.
Bagi pembaca
a. Menambah
wawasan mengenai taman wisata Garuda Wisnu Kencana dan segala aspek yang
terkandung di dalamnya.
b. Lebih
mencintai Indonesia dengan kekayaan alam yang dimilikinya.
